sepenggal cerita "LEBARAN DI PAYAKUMBUH Mudik lebaran ke kampung halaman menyimpan semua pesona kenangan masa lalu, segalanya bermula dari kampung, dan ingin sekali mengulang semua cerita masa lalu itu. Ada beberapa potongan lirik lagu minang "lamo" yang menceritakan akan kerinduan kampung halaman " kampuang den jauh di mato, gunung sansai bakuliliang, den takana jo kawan kawan lamo sangkek basuliang suliang, takana jo kampuang, induak ayah, adiak sadonyo raso maimbau-imbau den pulang den takana jo kampuang " Lagu tersebut menceritakan sebuah kerinduan akan kampung halaman, orang tua, saudara, dan teman semasa kecil yang kini telah beranjak dewasa. Sebuah ungkapan rasa dan syahdunya mengungkapkan rasa rindu yang tertahan entah berapa lama di perantauan, mungkin saja satu tahun, atau dua tahun bahkan ada yang lima kali lebaran yang gak pulang kampung ( koyo bang toyip je ). Pulang kampung seakan mengingatkan kembali betapa seberapa jauh kaki melangkah mencar...