Alam Ranah Minang tak akan penat mata memandang, ya seperti itu la mata minilai keindahan alamnya. Hari ini saya ingin berbagi kepada kita semua, selama perjalanan saya dari Bukittingi menuju Solok, ada pemandangan indah yang saya suguhkan kepada kita semua. Dengan pengambilan shutter dari dalam mobil perjalanan menuju kota Solok, ternyata tidak mengesalkan, meskipun mengalami kemacetan. Dengan sibuknya tangan saya mengambil gambar, mengurangi rasa bete diperjalanan, karena melihat pemandangan sekitar.Hasilnya bisa dilihat di bawah ini. Jari tangan memang sudah seperti kecanduan menekan shutter kamera selama perjalanan apalagi melihat yang seperti ini.
Kemacetan jalur Bukittingi-Padang panjang.
Jalur ini sering sekali terjadi kemacetan, tidak hanya pada saat lebaran, hari biasapun sering mengalami kemacetan, karena area ini disubukkan aktifitas berdagang yang setiap saat mobil keluar masuk area parkir mobil dipinggir jalan. Apalagi daerah Pasar Koto Baru yang mayoritas menjual hasil pertanian tersebut memang kerap macet setiap hari Senin. Masyaraat dari sejumlah daerah berdatangan untuk menggelar dagangnnya. Sehingga, kemacetan parah tak terelakkan lantaran pedagang tumpah ruah hingga ke bibir jalan Lintas Padang Panjang - Bukittinggi itu.
Pemandangan Padang panjang
Ini adalah pemandangan persawahan yang dikelilingi bukit barisan. Disamping pemandangan yang indah, kota ini dijuluki sebagai kota serambi mekah. Karena banyak lembaga pendidikan bernafaskan Islam didirikan. Dengan luas yang sangat kecil ada lima pondok pesantren ternama yaitu Serambi Mekkah, Thawalib Putri, Diniyah Putri, dan Kauman Muhammadiyah, dan banyak lagi taman pendidikan Al Qur'an lainnya.
Pemandangan danau singkarak.
Nah yang ini, benar benar sedap dipandang mata, seperti yang saya ceritakan diatas, alam Ranah Minang tak akan lelah mata memandang. Photo yang dibawah ini saya ambil kalau tidak salah di daerah Bukit Bareh. Danau ini adalah Danau singkarak.
Konon ceritanya danau ini merupakan danau nomor dua terbesar di Pulau Sumatera. Selain terkenal dengan pemandangan, danau ini juga terkenal dengan ikan bilih yang kelezatannya tiada duanya. Photo dibawah ini saya ambil daerah tikalak, walaupun tidak turun dari mobil, photonya lumayan bagus untuk disajikan.
Dipinggiran danau, ada beberapa spot ditumbuhi banyaknya pohon kelapa yang sangat enak dijadikan tempat bersantai. Anda tidak perlu repot repot membawa perbekalan untuk makan siang, hampir sepanjang jalan, warung nasi padang banyak tersedia disini.
Photo dibawah ini tidak ada yang menarik, hanya saja yang menjadi objek adalah orang yang sedang menjemur kerupuk. Ya, seperti yang saya lihat dari dalam mobil, ash you know, kerupuk ini terbuat dari ubi yang ditumbuk, dicampur dengan sedikit adonan, dijemur, setelah kering, kerupuk ini sudah dibisa di goreng. Untuk lebih menambah rasa nikmatnya, kerupuk ini bisa dimakan dengan campuran mihun tumis dan kuah sate.
Photo dibawah ini menandakan saya sudah nyampe di kota solok, tepatnya di daerah sumani, solok terkenal dengan berasnya, di daerah inipun sawahnya terbentang luas.
Demikianlah perjalanan saya dari Bukitinggi ke solok, semoga apa yang saya ceritakan diatas bisa menambah wawasan anda, apalagi yang belum pernah melihat alam ranang minang dan menjadikan ini adalah informasi yang berguna.
Kemacetan jalur Bukittingi-Padang panjang.
Jalur ini sering sekali terjadi kemacetan, tidak hanya pada saat lebaran, hari biasapun sering mengalami kemacetan, karena area ini disubukkan aktifitas berdagang yang setiap saat mobil keluar masuk area parkir mobil dipinggir jalan. Apalagi daerah Pasar Koto Baru yang mayoritas menjual hasil pertanian tersebut memang kerap macet setiap hari Senin. Masyaraat dari sejumlah daerah berdatangan untuk menggelar dagangnnya. Sehingga, kemacetan parah tak terelakkan lantaran pedagang tumpah ruah hingga ke bibir jalan Lintas Padang Panjang - Bukittinggi itu.
Pemandangan Padang panjang
Ini adalah pemandangan persawahan yang dikelilingi bukit barisan. Disamping pemandangan yang indah, kota ini dijuluki sebagai kota serambi mekah. Karena banyak lembaga pendidikan bernafaskan Islam didirikan. Dengan luas yang sangat kecil ada lima pondok pesantren ternama yaitu Serambi Mekkah, Thawalib Putri, Diniyah Putri, dan Kauman Muhammadiyah, dan banyak lagi taman pendidikan Al Qur'an lainnya.
Pemandangan danau singkarak.
Nah yang ini, benar benar sedap dipandang mata, seperti yang saya ceritakan diatas, alam Ranah Minang tak akan lelah mata memandang. Photo yang dibawah ini saya ambil kalau tidak salah di daerah Bukit Bareh. Danau ini adalah Danau singkarak.
Konon ceritanya danau ini merupakan danau nomor dua terbesar di Pulau Sumatera. Selain terkenal dengan pemandangan, danau ini juga terkenal dengan ikan bilih yang kelezatannya tiada duanya. Photo dibawah ini saya ambil daerah tikalak, walaupun tidak turun dari mobil, photonya lumayan bagus untuk disajikan.
Dipinggiran danau, ada beberapa spot ditumbuhi banyaknya pohon kelapa yang sangat enak dijadikan tempat bersantai. Anda tidak perlu repot repot membawa perbekalan untuk makan siang, hampir sepanjang jalan, warung nasi padang banyak tersedia disini.
Photo dibawah ini tidak ada yang menarik, hanya saja yang menjadi objek adalah orang yang sedang menjemur kerupuk. Ya, seperti yang saya lihat dari dalam mobil, ash you know, kerupuk ini terbuat dari ubi yang ditumbuk, dicampur dengan sedikit adonan, dijemur, setelah kering, kerupuk ini sudah dibisa di goreng. Untuk lebih menambah rasa nikmatnya, kerupuk ini bisa dimakan dengan campuran mihun tumis dan kuah sate.
Photo dibawah ini menandakan saya sudah nyampe di kota solok, tepatnya di daerah sumani, solok terkenal dengan berasnya, di daerah inipun sawahnya terbentang luas.
Demikianlah perjalanan saya dari Bukitinggi ke solok, semoga apa yang saya ceritakan diatas bisa menambah wawasan anda, apalagi yang belum pernah melihat alam ranang minang dan menjadikan ini adalah informasi yang berguna.










Komentar
Posting Komentar